SMP Nurul Jadid kedatangan tamu dari Petugas pemadam
kebakaran (Damkar) Kab. Probolinggo untuk memberikan sosialisasi pencegahan dan
penanggulangan bahaya kebakaran, Pada hari Selasa 25/01/2022 yang diikuti oleh
seluruh siswa, guru dan karyawan.
Untuk kegiatan pematerian bertempat di aula KH. Zaini Mun’im
SMP Nurul Jadid, petugas memperkenalkan
beberapa peralatan, pakaian, dan sarana penyelamatan. Siswa sangat antusias
dalam menyimaknya terlebih disampaikannya dengan cara yang menarik dan
interaktif.
Setelah materi sosialisasi selesai, barulah beberapa siswa
di suruh maju untuk mempraktikkan cara memadamkan api yang menyala dan yang
terjadi kebocoran pada tabung gas, ternyata para siswa terkejut karena caranya
sangat mudah dengan menutup bagian yang mengeluarkan gas saja dengan tangan
kosong.
Selanjutnya kegiatan ini dilanjutkan dihalaman sekolah dan
juga di praktikan oleh beberapa siswa, guru dan karyawan cara memadamkan api
jika terjadi kebakaran dengan teknik tertentu diantaranya menggunakan handuk
basah dan menggunakan alat pemadam kebakaran ringan (APAR).
Kegiatan yang dipandu oleh Bapak Ningrat dan Bapak Misriadi
merupakan sebuah program layanan baik instansi pendidikan, maupun masyarakat
luas . “Namun, kami memberikan porsi tersendiri kepada para pelajar. Karena
berdasarkan pengalaman saat menangani kejadian kebakaran, kaum ibu dan anak
adalah yang paling sering menjadi korban.
Kegiatan ini sudah dilakukan pada seluruh kecamatan
sekabupaten probolinggo dan sekarang dilakukan pada 75 sekolah tingkat SMP
sekabupaten probolinggo yang dari bulan januari sampai april,” jelas Bapak
Misriadi
Menurut Bapak Misriadi, kegiatan sosialisasi ini bertujuan
agar para siswa memahami penyebab kebakaran, serta langkah-langkah apa saja
yang harus ditempuh apabila harus berhadapan dengan si jago merah. Bahkan, ia
berharap bagi para pelajar yang telah mendapatkan materi sosialisasi dan
praktik penanganan, bisa menjadi duta antisipasi kebakaran di rumah dan
dilingkungannya masing-masing. “Mereka bisa mengingatkan orang tua dan
keluarganya akan bahaya kebakaran,” terangnya.
Bapak Ningrat juga menjelaskan bahaya kebakaran bagaikan
tamu tak diundang. Artinya, kebakaran bisa datang kapan saja tanpa adanya
peringatan terlebih dulu. Untuk itu, perlu kesigapan dan penanganan yang benar
agar api dapat dijinakkan
Bapak Drs. Rahardjo selaku kepala sekolah mengatakan sangat
menyambut baik adanya sosialisasi tersebut. Ini bisa untuk mengantisipasi dan
melakukan penanganan jika terjadi kebakaran di sekolah dan di lingkungan tempat
tinggal. “Sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi kami semua terutama upaya
pencegahan dan penanganan kebakaran di sekolah dan di lingkungan tempat
tinggal, “ujarnya.
*Red/Hendri
Cek Keseruannya Kegiatan Ini Pada Link Berikut:


0 Komentar