Peringatan
Maulid Nabi Muhammad SAW di SMP Nurul Jadid Putra.
Paiton, Probolinggo — SMP Nurul Jadid Paiton Probolinggo menggelar kegiatan
peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Rabu, 9 September 2026,
bertempat di Aula SMP Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Kegiatan
berlangsung dengan khidmat dan penuh nuansa religius sebagai momentum untuk
mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus menumbuhkan kecintaan serta
keteladanan terhadap akhlak Rasulullah SAW.
Acara diikuti oleh keluarga besar
SMP Nurul Jadid. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sambutan disampaikan
oleh Bapak Nor Taufik Hidayatullah, yang mewakili Bapak Kepala
Sekolah karena berhalangan hadir.
Dalam sambutannya, Bapak Nor Taufik
Hidayatullah mengajak seluruh peserta untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi
bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebagai momentum untuk semakin
mengenal, mencintai, dan meneladani kehidupan Rasulullah Muhammad SAW.
Kegiatan kemudian dilanjutkan
dengan tausiyah hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW yang
disampaikan oleh Ustadz Zainul Arifin Adam dengan tema “Meneladani
Akhlak Rasulullah SAW.”
Dalam tausiyahnya, Ustadz Zainul
Arifin Adam menyampaikan berbagai keistimewaan Rasulullah SAW sekaligus
mengajak para peserta untuk menerapkan keteladanan beliau dalam kehidupan
sehari-hari.
Beliau mengawali tausiyah dengan
mengingatkan pentingnya adab dalam mengikuti sebuah majelis, di
antaranya duduk dengan rapi dan nyaman serta mengawali pembicaraan dengan
salam. Adab tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sikap hormat dan
kesantunan dalam kehidupan sehari-hari.
Ustadz Zainul juga menegaskan
bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan teladan terbaik bagi umat manusia.
Karena itu, umat Islam hendaknya bangga terhadap segala sesuatu yang sesuai
dengan syariat Islam serta berusaha meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Dalam penjelasannya, beliau
menggambarkan keistimewaan Rasulullah SAW dengan sebuah perumpamaan. Jika
manusia diibaratkan batu, maka Rasulullah SAW adalah batu permata,
sedangkan manusia pada umumnya seperti batu kerikil. Agar menjadi sesuatu yang
lebih berharga, manusia harus senantiasa berkumpul dalam majelis kebaikan dan
lingkungan yang mendukung peningkatan iman serta akhlak.
Tausiyah juga mengulas berbagai
keistimewaan Nabi Muhammad SAW. Di antaranya, Rasulullah SAW memiliki
keistimewaan fisik dan akhlak yang tidak tertandingi. Beliau dikenal sebagai
sosok yang penuh kasih sayang, tidak menyakiti orang lain, serta sangat
memahami perasaan sesama.
Ustadz Zainul menyampaikan bahwa
Rasulullah SAW juga memiliki berbagai sifat dan keistimewaan khusus. Beliau
tidak pernah menguap dan tidak pernah mengalami mimpi basah. Hewan-hewan pun
disebut memiliki kedekatan dengan Rasulullah SAW karena beliau tidak pernah
menyakiti mereka. Orang yang melihat Rasulullah SAW juga akan merasakan
kebahagiaan.
Selain itu, disampaikan pula
sejumlah keistimewaan fisik Rasulullah SAW, seperti beliau tidak pernah
dihinggapi lalat, bagian belakang beliau sama seperti bagian depan sehingga
beliau dapat melihat dari berbagai arah, serta sisa kotoran dari tubuh beliau
memiliki keistimewaan tersendiri. Hati Rasulullah SAW juga senantiasa terjaga
meskipun mata beliau terpejam.
Keistimewaan lainnya yang
disampaikan dalam tausiyah adalah Rasulullah SAW senantiasa mendapatkan naungan
awan, sehingga bayangan beliau tidak tampak sebagaimana manusia pada umumnya.
Ketika duduk bersama orang lain, posisi bahu beliau tampak lebih tinggi.
Rasulullah SAW juga dilahirkan dalam keadaan telah dikhitan.
Di tengah tausiyah, Ustadz Zainul
memberikan penekanan mengenai tauhid dan penghormatan kepada Allah SWT.
Beliau mengingatkan bahwa sujud hanya diperuntukkan kepada Allah SWT
dan tidak boleh dilakukan kepada selain-Nya.
Pada bagian akhir, Ustadz Zainul
menyampaikan tentang syafaat Rasulullah SAW di Padang Mahsyar.
Beliau mengingatkan bahwa Rasulullah SAW memiliki kedudukan istimewa dalam
memberikan syafaat dengan izin Allah SWT. Setelah Rasulullah SAW membuka pintu
syafaat atas izin Allah SWT, barulah terdapat pihak lain yang dapat memberikan
syafaat sesuai dengan kehendak dan izin Allah SWT.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
di SMP Nurul Jadid tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat
kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus membentuk karakter peserta didik yang
berakhlak mulia. Keteladanan Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak hanya dikenang
melalui peringatan Maulid, tetapi juga diwujudkan dalam sikap, tutur kata, dan
perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat “Meneladani
Akhlak Rasulullah SAW,” keluarga besar SMP Nurul Jadid diharapkan
terus menumbuhkan generasi yang memiliki kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW,
berpegang teguh pada syariat Islam, serta mampu menghadirkan akhlak mulia di
lingkungan sekolah maupun masyarakat.


0 Komentar